KONDISI MASYARAKAT INDONESIA SEBELUM ISLAM


Kondisi masyarakat Indonesia sebelum Islam dapat dilihat dari beberapa aspek, diantaranya perekonomian, sosial budaya, agama atau kepercayaan, sosial politik, serta berbagai suku bangsa

Kondisi sosial budaya
    Penduduk Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa yang masing masing daerahnya mempunyai corak seni, budaya, dan bahasa yang beragam. Kekayaan bangsa yang tidak bernilai harganya sehingga harus tetap dipertahankan dan dilestarikan

Kondisi agama atau kepercayaan
    Masyarakat yang tinggal di Indonesia sebelum Islam sudah mengenal agama atau kepercayaan. Mereka sudah memeluk agama Hindu, Buddha, dan sebagian menganut kepercayaan kapitanya. Agama Hindu lahir di India sekitar 1500 SM Dengan kitab suci weda. Adapun agama Buddha dengan kitab suci tripitaka lahir di India kurang lebih tahun 500SM.
    Sementara itu, kapitanya adalah sebuah kepercayaan yang memuja "Sanghyang gaya" yakni bermakna hampa atau kosong, mereka mendefinisikan bahwa Sanghyang taya adalah Sanghyang Widhi Tan kena kinaya ngapa Yen ana palah dudu (Tuhan itu tidak boleh diserupakan atau bahkan terlintas gambarannya di pikiran kita. Kalau sampai diwujudkan maka itu berarti bukan tuhan). Sedangkan pada otientalis mengklasifikasi kepercayaan nenek moyang dalam dua jenis, yaitu animisme dan dinamisme

Kondisi perekonomian
    Penduduk Indonesia sebelum Islam memiliki berbagai mata pencaharian. Diantara mereka ada yang berdagang, bercocok tanam, beternak, serta berlayar atau menjadi nelayan. Penduduk Indonesia Mayoritas bercocok tanam, terutama yang tinggal di pedalaman

Kondisi sosial politik
    Sebelum Islam datang pada abad ke 7-12 Masehi. Sriwijaya mengalami masa kejayaannya baik dalam bidang politik, sosial, maupun ekonomi. Kejayaan yang dialami Sriwijaya sangat ditentukan oleh letak wilayah sebagai kerajaan maritim. Dalam hal ini Sriwijaya merupakan bagian dari jalur perdagangan internasional. Sebagai pelabuhan lusat perdagangan dan pusat kekuasaan. Sriwijaya banyak di kunjungi oleh pedagang dari Persia, Arab, dan Tiongkok.
    Pada abad ke 13 M. Sriwijaya menunjukkan tanda tanda kemunduran alamnya yang tidak lagi menghasilkan. Kemunduran sriwijaya diperparah dengan serangan kerajaan Singasari dan Jawa melalui ekspedisi pamalayu. Setelah singasari berkuasa kemudian muncul Majapahit sebagai kerajaan yang memiliki kekuatan dan pengaruh lebih besar. Kejayaan kerajaan Majapahit terjadi pada masa pemerintahan raja Hayam Wuruk berserta patihnya yang terkenal yaitu Gajahmada. Dengan sumpah palapa, gajahmada melakukan perluasan wilayah luar biasa.
    Majapahit mengalami kemunduran yang lebih banyak disebabkan adanya konflik internal. Tahun 1478 Majapahit mengalami keruntuhan
أحدث أقدم